Selasa, 26 November 2019

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H


Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi saja (Arab: مولد النبي, Mawlid an-Nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. (wikipedia)

Alhamdulillah.....bertepatan pada hari Sabtu, 23 November 2019 di Masjid Nurul Iman Gunung Putri Selatan walaupun penuh dengan kesederhanaan bisa mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengambil tema "Kita Teladani Akhlak Rasulullah dengan Maningkatkan Iman dan Takwa untuk Membentuk Pribadi yang Ber-Akhlakul Karimah".


Acara Peringatan Maulid Nabi dimulai setelah ba'da sholat magrib dengan bacaan rawi/riwayat atau sholawat yang ditujukan kepada Baginda Muhammad SAW yang dipimpin oleh Ustadz Jamaludin Sulaiman, bersama dengan H. Subandi dan Bpk. Mamat serta diikuti oleh jamaah masjid Nurul Iman. Pembacaan rawi berakhir kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya' berjamaah.

Setelah selesai sholat Isya acara dilanjutkan dengan penampilan Marawis dari MTS Al-Ikhlas Gunung Putri, dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak Jamaah Nurul Iman yang menghafalkan Asmaul Husna.





Pada peringatan Maulid Nabi kali ini dihadiri oleh Kepada Desa Gunung Putri yang baru saja terpilih yaitu Ustadz Damanhuri, beserta Babinsa desa Gunung Putri Bpk Andis, tokoh masyarakat dan para ustadz dan habaib.


Acara inti yaitu Maulidhoh Hasanah disampikan oleh guru kita Ustz. H. Ubay Subana dari Citeureup yang mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk menanamkan kepada anak-anak kita tentang 3 hal yaitu :


1. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
2. Kecintaan kepada Ahli Bait
3. Kecintaan kepada Al Quran


Dan yang tak kalah penting yaitu ajakan beliau untuk memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah. (sgh)



Qori-Ustz. Ahmad Jaelani
Ketua DKM - Ustz, Jamaludin S














Minggu, 17 November 2019

Silaturahim ke Rumah Ust. Nurhadi




17 November 2019, perwakilan dari Jamaah Masjid Nurul Iman berkunjung ke kediaman Ust. Nurhadi yang beralamat di Desa Rage Manunggal, Bekasi. Ust. Nurhadi adalah salah satu khotib di Masjid Nurul Iman, beliau bertugas sebagai khotib kurang lebih hampir 20 tahun. Tujuan dari silaturahim ini adalah mengunjungi dan menjenguk istri dari Ust. Nurhadi yang sedang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas, dan sempat menjalani operasi dan perawatan di RSUD Cileungsi.

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan yang mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

“Hak seorang muslim terhadap muslim lainya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).”

Pada kesempatan ini pula kami juga menyerahkan donasi dari  para jamaah Masid Nurul Iman untuk meringakan biaya pengobatan istri dari ust. Nurhadi. Semoga para jamaah yang sudah mengeluarkan sebagian rezekinya mendapatkan pahala yang berlipatganda dari Allah SWT. Amiinn.........