Sabtu, 20 April 2019

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ 1440 H


 
Pada hari Kamis, 18 April 2019 Panitia Hari Besar (PHBI) DKM Masjid Nurul Iman mengadakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan tema : "Kita Tingkatkan Sholat Berjamaah dalam Membentuk Pribadi yang Disiplin dan Istiqomah"

Atas peran serta masyarakat Desa Gunung Putri Selatan dan seluruh jamaah Masjid Nurul Iman panitia PHBI bisa mengundang 2 penceramah. Yang pertama adalah Ust. Tedi Supriadi, S.H.I, M.Ag dari Bandung dan Ust. Hafis Salim (Si Entong MNC TV).


Isra' adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso di Pelstina. 

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Isra‘: 1)

Mi’raj secara bahasa artinya adalah naik. Secara istilah adalah naiknya Rasululloh Shallahu 'alaihi wassalam ke sidratul muntaha.

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS An-Najm: 13-18)

Adapun hikmah dari peristiwa Isra Miraj adalah sebagai berikut :

1. Setelah cobaan datang silih berganti, bahkan Rasulullah mengalami tahun duka cita, Allah memberinya tasliyah (hiburan) dengan Isra Miraj ini.


2. Shalat Rasulullah bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.

3. Sesungguhnya Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha merupakan tempat isra’ Rasulullah dan kiblat pertama umat Islam. Karenanya umat Islam harus mencintai Masjid Al Aqsha dan mempertahankannya dari segala upaya penjajah Yahudi yang hendak mencaplok dan merobohkannya.

4. Urgensi shalat dan kedudukannya yang agung.

Jika perintah lain cukup dengan wahyu melalui Malaikat Jibril, perintah shalat langsung diturunkan Allah kepada Rasulullah tanpa perantara Jibril. Shalat ini pula yang menjadi inti tasliyah (hiburan) bagi hambaNya.

5. Rasulullah hendak mencapai fase baru yakni hijrah dan mendirikan negara Islam di Madinah. Maka Allah memurnikan barisan dakwah dengan Isra Miraj.

Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang Isra Miraj. Adapun yang imannya kuat, mereka justru semakin kuat imannya.

Wallahu a'lam bish-shawabi